Pages

Minggu, 27 April 2014

kritic



KARTINI BERDARAH
(Catatan kehidupan Kartini)
Oleh: Wiwi Wulandari
            SINOPSIS peristiwa yang terjadi merupakan gambaran atas pengorbanan Kartini pahlawan wanita. Emansipasi yang dituntut setiap perempuan atas hak-hak agar tidak terjadi perlakuan yang tidak adil terhadap perempuan. Perlakuan yang tidak adil akan mendapatkan balasan bagi orang-orang yang jahat dan tidak mau berlaku adil dan menerima sesamanya.
            Jalinan peristiwa yang disusun oleh penulis naskah dan sutradara yang mewujudkan lakon “kartini berdarah” karya Amanatia Junda .S ke dalam dunia panggung yang sudah menjadi bahan tontonan yang dapat dinikmati dan dirasakan oleh khalayak atau penonton. Naskah lakon non realis yang di garab oleh sutradara ke dalam bentuk absurd itu terlihat dalam bentuk dialog dan respon kepada penonton. Merujuk kepada lakon kartini berdarah dipersembahkan dalam rangka memperingati hari kartini yaitu pada tanggal 21 April 2014 di Gedung Teater Arena ISI Padangpanjang pada pukul 08.00 WIB. Pertunjukan ini di persembahkan dalam kreatifitas mahasiswa teater.
            Kartika nama tokoh yang ada dalam cerita tersebut, ia sangat baik dan  mengidolakan sosok pahlawan perempuan indonesia yaitu ibu kita Kartini yang membela hak perempuan pada masa itu. Kartika selalu membawa buku yang ditulis oleh Kartini yang berjudul “ habis gelap terbitlah terang”. Tidak hanya itu, karena semakin mengidolakan sosok Kartini tersebut semua kamar Kartika dipenuhi oleh foto-foto kartini. Dia sangat merindukan sosok yang menjadi idolanya tersebut.
            Kartika hidup dengan kurangnya perhatian dari orang tua, terutama ibunya karena ayahnya sudah meninggal. Ibunya yang sangat bersifat offer protectif kepada anak satu-satunya tersebut membuat hidup Kartika tertekan. Tidak hanya di rumah di sekolah ia juga mendapat perlakuan yang tidak baik dari teman-teman. Namun, disamping itu ada seorang teman laki-lakinya yang baik kepadanya. Kartika selalu merindukan untuk bisa bertemu dengan Kartini. Kemudian keluarlah Kartini dari dalam kaca yang dibelikan oleh ibunya itu. Kartini tahu dengan semua penderitaan yang dialami oleh Kartika dan dia sangat kasihan dengan kejadi-kejadian yang menimpa Kartika.
            Siapa yang tidak kenal dengan pahlawan perempuan tanah air kita, yang memperjuangkan harkat dan martabat perempuan.  Gambaran cerita yang mengingatkan kita kepada sosok pahlawan perempuan Indonesia. Sosok Kartini yang telah kita kenal yaitu seorang pejuang, emansipasi wanita yang menjunjung harkat dan martabat wanita untuk tidak diinjak-injak. Hal ini merupakan motivasi bagi kaum perempuan saat ini untuk tidak mau diinjak dan diremehkan lagi, Karena wanita adalah sosok yang perlu dilindungi dan tidak untuk di sakiti.
            Merujuk kepada aktor yang memerankan lakon tersebut, karena masih baru belajar dan itu sudah bagus, namun masih terdapat kekurangan dalam memerankannya. Masih kurangnya totalitas permainan aktor. Seorang aktor yang baik harus memerankan seorang tokoh dengan totalitas permainannya. Masih banyak kekurangannya baik dari segi aktor maupun artistiknya. Tetapi itu bukanlah menjadi hambatannya, walaupun sekarang masih kurang totalitas permainannya, masih banyak waktu untuk memperbaikinya karena masih tahap belajar. Ini merupakan hal pertama kalinya bagi mereka yang memerankan naskah “kartini berdarah”. Pertukaran adegan yang sering membuat penonton lama menunggu. Pementasan dalam waktu satu setengah jam tersebut, banyak yang patut kita ambil hikmahnya. Wanita yang merupakan makhluk tuhan yang lemah dibandingkan dengan laki-laki harus dilindungi bukan untuk di siksa dan diremehkan. 
             Zaman sekarang banyak kita jumpai wanita yang teraniaya, dicaci maki, di olok-olokan dan itu masih kita jumpai disekeliling kita. Namun apalah daya seorang wanita itu, iya hanya butuh seseorang yang bisa melindunginya. Tidak ada kepedulian antar sesama, tidak ada yang mampu berbuat seperti Kartini dulu yang bisa menjadi wanita pembela kebenaran atas hak-hak yang tidak bebas dan tidak adil.
             

Sabtu, 12 April 2014

PERAYAAN FILM NASIONAL



NATIONAL FILM CELEBRATION
Perayaan Film Nasional Oleh Mahasiswa Televisi dan Film
Oleh: Wiwi Wulandari
            Acara yang di gelar oleh jurusan televisi dan film pada hari senin tanggal 07 April 2014 kemaren yang diadakan di gedung Boestanol Arifin Adam pada pukul 8 malam. Acara ini bertujuan dalam rangka pemutaran film fiksi yang diciptakan oleh mahasiswa jurusan televisi dan film dan acara peresmian HMJ Jurusan Televisi dan Film. Acara ini begitu disambut gembira oleh semua yang terlibat dalam acara, baik itu panitia maupun penontonnya. Panitia yang sangat semangat untuk merayakan acara tersebut dengan memakai kostum modren dengan menggunakan jas bagi laki-laki  dan gaun bagi perempuannya.
            Acara pertama yaitunya kata sambutan dari ketua jurusan Televisi dan Film yang sangat bangga dengan diadakannya acara ini, katanya“ saya sangat bangga sekali sama panitia yang sudah bekerja keras untuk mengadakan acara ini. Acara ini sangatlah membuat saya bangga sama mahasiswa Jurusan Televisi dan Film, yang mampu menciptakan dan mengadakan acara ini sampai semeriah mungkin”.  Kedua yaitu kata sambutan dari mantan pembimbing HMJ Televisi dan FILM. Seterusnya yaitu kata sambutan dari Bapak Rektor ISI Padangpanjang. 
            Semangatnya para panitia dalam membentuk dan menciptakan acara itu disambut gembira dan disambut baik oleh para penonton atau khalayaknya. Contohnya saja bangku penonton penuh semua yang ramai ditonton oleh penontonnya, sampai-sampai ada sebagian penonton yang tidak dapat kebagian tempat duduknya. Tetapi acaranya sangat menghibur membuat penonton betah dan tidak mau meninggalkan tempat duduknya.
            Setelah banyak kata-kata sambutannya acarapun dimulai dengan dihibur oleh musik yang sangat indah dan sangat menghibur penonton tentunya. Setelah selesai musiknya, acara yang dibawakan oleh mahasiswa teater yaitu Pantomime. Pertunjukan pantomim merupakan pertunjukan isyarat, yang menggukan mimik wajah atau gerakan tubuh sebagai dialog. Pantomim merupakan suatu cerita yang tidak menggunakan bahasa verbal yaitu bahasa yang disampaikan secara lisan, dapat memudahkan komunikan menangkap ide-ide yang disampaikan oleh komunikator. Pantomin menggunakan jenis komunikasi yang nonverbal yaitu komunikasi yang sulit ditangkap maknanya karena dalam komunikasi non verbal pesan atau ide yang disampaikan secara tidak langsung.
            Bentuk pertunjukan pantomim sangat terkenal dan digemari di roma. Bentuk pertunjukannya banyak menggunakan tari-tarian tanpa dialog. Dimainkan oleh seorang aktor yang memainkan berbagai peran. Pantomim terkadang menggunakan topeng dengan bentuk mulut terbuka, terkadang pula mampu mengubah kesukaan para penguasa terhadap bentuk tragedi. 
            Tarian yang terdapat dalam pertunjukan pantomim berupa gerakan yang menggabarkan seorang aktor sedang melakukan aktifitas. Gerakan tersebut secara tidak langsung dapat dibaca oleh penonton, dan dapat menangkap cerita yang dihadirkannya. Cerita yang diangkat dalam pertunjukan pantomim tergantung kepada sutradaranya dalam memilih tema yang menarik. Pentingnya memilih tema sesuai dengan keadaan pada zaman sekarang. Ceritanya bisa komedi (lelucon atau lawak), tragedi (kisah yang menyedihkan atau tragic) dan satir (tragedi yang di komedikan).
            Penjelasan tersebut dapat kita pahami bagaimana berpantomime tersebut. pertunjukan pantomime yang dibawa oleh mahasiswa teater semester dua tersebut sangat menghibur penonton, sampai-sampai semua orang tertawa dan hanyut dalm pertunjukan pantomime tersebut. saya duduk di bangku paling belakang saya bisa merasakan dan mendengar betapa banyaknya penonton yang bersorak – sorak karena merasa terhibur dengan pantomime tersebut.        Kadang penonton tidak mengerti dengan apa yang dipertunjukan oleh seseorang dalam berpantomime, tetapi dengan adanya musik pengiring dapat membatu penonton cepat memahaminya. Dalam pertunjukan pantomim masalah kostum yang dipakai saat pementasan yaitu kostum yang mendukung cerita apa yang sedang atau yang akan diangkat menjadi suatu pertunjukan teater.
            Pertunjukan pantomime sangat dibutuhkan Improvisasi dalam bermain pantomim, kadang kita dalam pertunjukan tidak semulus apa yang kita pikirkan. Demam panggung yang sering membuat orang tidak fokus atau lupa dengan apa yang akan dilakukannya di atas panggung. Dalam hal demikianlah improvisasi sangat dibutuhkan untuk menutupi terjadinya kesalahan. Improvisasi merupakan suatu aktifitas drama yang dilakukan secara spontan dengan menggalakkan daya imajinasi, kreatifitas, dan inovasi seorang aktor berdasarkan rangsangan yang diberikan oleh pasangan atau lawan bermain. Tujuan pertunjukan pantomime ini yaitu untuk mendukung acara yang dibawakan oleh mahasiswa Televisi dan Film tersebut agar acara tidak monoton dan banyak yang menyukainya.  
            Pertunjukan pantomime yang hanya sebagai pertunjukan selingan hanya memakai durasi sekitar 20-an menit itu mampu membuat mata penonton terbelalak dan tidak mengatuk walaupun itu sudah jam 10-an. Tema yang diangkat dalam pantomime itu yaitu sesuai dengan tema yang ada dalam acara Televisi tersebut.
            Hakikatnya, pertunjukan diciptakan untuk menghibur penonton, bukan hanya sekedar untuk mencari nama atau hanya asal-asalan. Pada malam itu semua pertunjukan baik musik, televisi, dan pantomime sangat menhibur penontonnya. Pertunjukan tersebut harus mampu memberikan pesan bagi penontonnya. Pesan yang ingin disampaikan itu harus dapat dimengerti oleh penontonnya atau penikmatnya.
            Yudiaryani dalam seminar PAT V 26 November 2012 yang dikutip oleh Fauziah Laili, bahwa yudiaryani juga mengatakan bahwa setiap pertunjukan/apresiasi seni yang ditampilkan harus membuat penonton / masyarakat mengerti akan pesan yang disampaikan melalui pertunjukan dan memberikan sesuatu yang baru. Intinya  masyarakat tidak dipaksa untuk menerima apa yang disampaikan melalui sebuah karya seni, tapi senimanlah yang mencari cara bagaimana sebuah kesenian tersebut mampu diterma oleh masyarakat luas.
            Haripun sudah semakin larut, pertunjukan pantomime belalu dan dilanjutkan dengan acara pemutaran film fiksi. Banyak film yang ditayangkan pada malam itu, sehingga membuat mata penonton lelah karena banyaknya film yang ditonton. Sehingga satu persatu penonton sudah mulai menciut. Pertunjukan yang berakhir pada pukul 12 malam itu pokoknya sangat meriah sekali hanya saja pertimbangan durasinya yang kurang diperhatikan sehingga banyak penonton yang tidak menyaksikan sampai acara usai.
            Hal yang paling penting yaitu pertimbangan penontonnya. Karena penonton sangat mendukung dalam lancarnya suatu acara atau pertunjukan dan tanpa penoton itu belubisa dikatakan pertunjukan. Namanya seni pertunjukan mestinya harus dipertontonkan kepada masyarakat atau penonton yang layak, dan harus dipertimbangkan jenis pertunjukannya, apakah bisa dimengerti oleh penontonnya atau tidak, itulah hal yang paling penting dalam penciptaan pertunjukan. 

                                                 Gambar. Pantomime
           



Minggu, 23 Maret 2014

PENONTON TERBAWA ARUS PERTUNJUKAN





          Pertunjukan “perempuan titik nol” karya Nawal El Sadaawi yang disutradarai oleh Edy Suisno, S.sn.,M,Sn. Pertunjukan monolog ini yang diperankan oleh Fitri Rahmah“OMA”. Pertunjukan ini yang ditampilkan di Gedung teater arena pada tanggal 2 Desember 2013. Pertunjukan ini berlangsung dalam rangka ajang kreatifitas dosen teater.
          Monolog merupakan pertunjukan satu orang bisa dikatakan one man play, monolog itu hanya bercerita sendiri. Cerita tentang diri sendiri, orang lain, maupun tentang makhluk lainnya. Monolog tidak mudah untuk memerankannya, hanya orang-orang tertentu yang mampu untuk bermonolog. Bukan berarti tertutup kemungkinan orang lainpun mampu melaksanakan atau memainkan monolog tersebut. bermain monolog ataupun pertunjukan lainnya yang terpenting adalah menjiwai tokoh yang akan diperankan.
          Prolog: persahabatan itu sejatinya adalah dialektika yang menegang, bersikukuh dalam perdebatan, lalu beringsut menjadi keheningan suatu “ wisdom”. Ia terajut untuk menggayuh “ kekayaan jiwa”. Naskah ini menuntut seseorang untuk mengembalikan suatu kejujuran. Suatu kejujuran tentang kita, dengan jenis kelamin yang kita miliki sekaligus pandangan kita tentang dia yang memiliki jenis kelamin yang berbeda dengan kita.
          cerita dalam naskah perempuan titik nol ini bertitik tolak pada fakta sosial yang ditelusuri penulisnya disebuah perkampungan kota kecil, di Lebanon. Seorang perempuan yang bernama Firdaus mengalami estafet penderitaan yang seolah tidak mengenal kata putus, harkat, harga diri, martabat, kebebasan memilih, bahkan kehormatannya yang telah tercabik-cabik. Perempuan itu terjerat arus deras yang tidak terbendung lagi, ia menjadi seorang prostitusi yang sukses. Sebelum akhirnya ia terjaga, bahwa dimata orang yang sewenang-wenang kebenaran itu sesungguhnya sangat liar dan berbahaya terutama bagi mereka yang tak putus mengambil keuntungan dunia dengan cara berdiri di atas penderitaan orang lain.
          Pertunjukan yang berdurasi satu jam setengah itu membuat mata penonton terpesona dengan aksi-aksinya yang bergitu memukau. Saya sebagai penonton dapat merasakan apa yang telah dirasakannya dalam cerita tersebut. pertunjukan yang berhasil itu tidak hanya mendapatkan sorakan yang meriah dari penonton, tetapi pertunjukan yang berhasil itu adalah pertunjukan yang mampu membuat penonton merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh tersebut.
          Pertunjukan perempuan titik nol ini yang dilangsungkan satu jam setengah itu sudah cukup terlalu lama untuk sebuah monolog. Pertunjukan ini mampu memukau mata penonton dan membuat penonton takjub akan aksinya di atas panggung arena tersebut.

Minggu, 16 Maret 2014

RANAH TEATER

PERTUNJUKAN RANAH TEATER PADANG

          Pertunjukan ranah taeter padang pada hari senin, 9 Desember 2013 yang dipertunjukan di Teater arena ISI Padangpanjang. Pertunjukan yang berlangsung selama satu setengah jam itu membuat penonton termenung apakah penonton tersebut mengerti dengan cerita yang diangkatnya tersebut atau tidak?. Setelah saya bertanya kebeberapa orang yang duduk dekat saya, dia mengatakan bahwa dia tidak mengerti dengan apa yang sedang dipertunjukan. Sebenarnya pertunjukan tersebut berakar dari sumatera barat yaitu diangkat dari cerita perang padri (perselisihan antara kaum adat dengan kaum agama).
          Sekilas tentang perang padri: Perang Padri adalah peperangan yang berlangsung di Sumatera Barat dan sekitarnya terutama di kawasan Kerajaan Pagaruyung dari tahun 1803 hingga 1838.[1] Perang ini merupakan peperangan yang pada awalnya akibat pertentangan dalam masalah agama sebelum berubah menjadi peperangan melawan penjajahan.
          Perang Padri dimulai dengan munculnya pertentangan sekelompok ulama yang dijuluki sebagai Kaum Padri terhadap kebiasaan-kebiasaan yang marak dilakukan oleh kalangan masyarakat yang disebut Kaum Adat di kawasan Kerajaan Pagaruyung dan sekitarnya. Kebiasaan yang dimaksud seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat, minuman keras, tembakau, sirih, dan juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan, serta longgarnya pelaksanaan kewajiban ritual formal agama Islam. Tidak adanya kesepakatan dari Kaum Adat yang padahal telah memeluk Islam untuk meninggalkan kebiasaan tersebut memicu kemarahan Kaum Padri, sehingga pecahlah peperangan pada tahun 1803.
          Hingga tahun 1833, perang ini dapat dikatakan sebagai perang saudara yang melibatkan sesama Minang dan Mandailing. Dalam peperangan ini, Kaum Padri dipimpin oleh Harimau Nan Salapan sedangkan Kaum Adat dipimpinan oleh Yang Dipertuan Pagaruyung waktu itu Sultan Arifin Muningsyah. Kaum Adat yang mulai terdesak, meminta bantuan kepada Belanda pada tahun 1821. Namun keterlibatan Belanda ini justru memperumit keadaan, sehingga sejak tahun 1833 Kaum Adat berbalik melawan Belanda dan bergabung bersama Kaum Padri, walaupun pada akhirnya peperangan ini dapat dimenangkan Belanda.
          Perang Padri termasuk peperangan dengan rentang waktu yang cukup panjang, menguras harta dan mengorbankan jiwa raga. Perang ini selain meruntuhkan kekuasaan Kerajaan Pagaruyung, juga berdampak merosotnya perekonomian masyarakat sekitarnya dan memunculkan perpindahan masyarakat dari kawasan konflik.
          Saya sendiripun sempat bingung terhadap pertunjukannya, karena artikulasi aktor-aktor tidak jelas sampai ke belakang penonton yang menyebab kurang mengerti dengan alur cerita yang ditonton tersebut. irama dialog dan ekspresi wajah aktor kurang mendukung. Tema pertunjukannya sangat bagus yaitu mengangkat cerita yang ada di Sumatera Barat sendiri. Kostum yang dipakai dalam pertunjukan sesuai dengan tema yang diangkat yaitu antara kaum adat dengan kaum agama yang memakai baju kurung. Hal yang mendukung terciptanya suasana pertunjukan dari segi lampu, penataan lampu waktu pertunjukan tidaklah sesuai dengan apa yang diharapkan. Penerangan Lampunya sering melenceng, sehingga penerangan lampunya tidak tepat menerangi aktor.

          Hal tersebut merupakan masukan bagi aktor, sutradara dalam melanjutkan karyanya, semua itu adalah masukan teman-teman di Teater ISI Padangpanjang. Orang yang ingin maju adalah orang yang mau menerima berbagai kritikan orang dan memperbaikinya ke arah yang lebih baik. Hal yang paling penting dalam sebuah pertunjukan adalah memandang posisi penonton. gagal atau suksesnya suatu pertunjukan tergantung kepada respon penonton saat melihat pertunjukan. 

AKSI MAHASISWA ISI PADANGPANJANG










\
                                         gambar kampus ISI Padangpanjang sekarang


          Aksi mahasiswa ini (demo) yang di mulai dari bulan Februari hingga mencapai puncaknya pada hari Rabu tanggal 12 Maret 2014. Kampus ISI mulai mencatat sejarah pada hari itu. Semua mahasiswa berkumpul di depan gedung rektorat ISI Padangpanjang. Awalnya aksi ini tidaklah seburuk yang dipikirkan, hanya karena Akreditasi hingga ujung-ujungnya menurunkan Rektor ISI Padangpanjang (Mahdi Bahar). Hal ini terjadi karena tidak ada tanggapan masalah tersebut bagi pihak yang berkaitan yaitu Mahdi Bahar. Aksi ini terjadi karena tidak ada penjelasan atau komentar dari Rektor.
          Di dekat tiang bendera sudah berkobar si jago merah yang merupakan luapan emosi atau amarah dari mahasiswa ISI Padangpanjang. Semua mahasiswa mengelilingi taman di depan Rektorat ISI Padangpanjang sambil menyanyikan lagu Indonesia raya. Kemudian pada siang harinya, hal yang di nanti-nanti sudah datang. Rektor ISI Padangpanjang sudah datang, semua mahsiswa bersorak untuk meminta penjelasan, Rektor pun tidak memberikan ucapan atau sepatah kata pun.
          Aksi menjadi memanas, bersorak “turunkan Mahdi Bahar” sampai dia pun akhirnya turun menjadi Rektor ISI Padangpanjang. Aksi ini di dukung dengan adanya tari-tarian, musik, pantomime.
Tanggal 13 Maret 2014 semua jurusan berkumpul untuk melaksanakan pelantikan atau peresmian BEM dan SENAT ISI Padangpanjang yang dilaksanakan di depan gedung Rektorat ISI Padangpanjang. Selepas dari itu setiap malam mahsiswa ISI Padangpanjang menggelar acara (musik, tari, pantomime). Acara ini berlangsung selama belum ada penggati Rektor ISI Padangpanjang yang baru.
          Semoga pengganti Rektor baru ISI Padangpanjang dapat memberikan yang terbaik selama kepemimpinannya, dan tidak ada lagi membatasi kreatifitas di kampus ISI Padangpanjang.    

Minggu, 09 Maret 2014

Lakon Antigon



LAKON BE-ANTIGON DI ADAPTASI DARI NASKAH ANTIGON KARYA SHOPOKLES
SUTRADARA “REZA ASTIKA”

Trilogi Shopokles yang sudah banyak dikenal pada umat teater, yang mengisahkan kehidupan kerajaan yang tragis dengan perseteruan dalam kota thebes tersebut. Trilogi Shopokles tersebut adalah Oidipus sang raja, Oidipus Di Kolonus, dan Antigon. Semua cerita tersebut saling menyambung satu sama lainnya. Mulai dari Oidipus memerintah kota Thebes dengan akhirnya digantikan oleh Creon. Fokus kepada cerita antigon setelah Oidipus meninggal dunia dan anak-anak sekaligus adik bagi Oidipus tersebut pergi ke kerajaan thebes kembali untuk menggungkapkan kebenaran yang sebenarnya. Kebenaranpun akan tetap abadi sampai kapanpun.
Oleh: Wiwi Wulandari


            Antigon yang terkenal dengan kisah tragis itu menjadi pusat perhatian penonton pada waktu pertunjukan teater dengan sutradara Reza Astika yang di ajukan untuk ujian semesternya yang bertemakan “ kontemporer”menjadi Be-Antigon. Naskah lakon Shopokles yang terkenal dengan naskah klasik, sekarang naskah tersebut diadaptasikan menjadi naskah kontemporer yaitu menjadi naskah kekinian, yang mudah dipahami dengan dialog-dialog yang lebih keseharian.
            Oidipus, setelah keluar dari negri Thebes bersama kedua adiknya sekaligus anaknya itu. Kedua anaknya selalu mengawani ayahnya tersebut hingga Oidipus meninggal di tanah yang dianggap suci. Kedua anaknya itu pergi ke Thebes untuk mencari kebenaran dan mencari kebusukan Creon. Creon yang sangat jahat kepada orang lain yang akhirnya hidupnya ditimpa oleh kemelaratan dan kematian di akhir hayatnya.
            Sebenarnya tidakpun pada zaman klasik maupun zaman lainnya, suatu negara itu pasti adanya sistem pemerintahan yang memimpin rakyatnya. Sistem pemerintahan juga terdapat konflik yang mengebabkan pemimpin itu terpuruk dengan kepemimpinanya selayaknya sistem pemerintahan yang terjadi pada zaman sekarang. Pemimpin tidak lagi peduli dengan rakyatnya yang hanya mempedulikan nasibnya sendiri.  Pengadaptasian menjadi kekinian ini tentu tidak boleh melenceng dari cerita sebenarnya, harus dalam lingkaran cerita tersebut. harus sesuai dengan alur cerita yang sebenarnya.
            Naskah Antigon menjadi pilihan sutradara itu pun menjadi menarik dengan dihadirkan seperti kehidupan sehari-hari layaknya orang yang hidup di kota-kota besar. Awalnya peristiwa dihadirkan dalam suasana yang damai dengan adanya tempat duduk meja tamu dengan dua gelas minuman yang sudah tersaji di atasnya. Iringan musik lagu yang dinyanyikan dengan suara yang indah membuat semua penonton terpukau pada waktu itu. Saya duduk dibangku penonton juga ikut terpukau dengan lagu yang dinyanyikan oleh Bean pengganti Antigon dalam naskah Antigon yang sebenarnya. Menarik sekali dengan cerita yang diadaptasian ini menjadi cerita kekinian. Dialognya pun  sangat berbeda dengan dialog naskah yang sesungguhnya. Naskah sesungguhnya dengan dialog orang-orang kerajaan dengan vokal yang besar. Sedangkan lakon Be Antigon ini layaknya seperti dialog keseharian saja.
            Settingan cerita kedua setelah lagu dinyanyikan tersebut, terjadi di rumah creon. Semua konflik cerita terjadi dalam rumah tersebut. Perseteruanpun semakin menjadi-jadi. cerita yang dihadirkan sangat menarik perhatian penonton, sayangnya walaupun mengadatasikan naskah tapi tidak harus menukar nama tokoh yang bermain di dalamnya itu membuat orang lain khususnya orang awam yang menonton pertunjukan tersebut susah untuk menangkap cerita asli dari naskah Shopokles tersebut.
            Pertunjukan tersebut juga pertukaran adegan dengan mematikan lampunya agak lama, terlalu sering mematikan lampunya sehingga pertunjukan jadi kurang menarik. Mungkin itu disebabkan dengan persiapan aktor yang agak lama yang membuat penonton agak menunggu terlalu lama. Settingan panggung tergambar dengan baik, sesuai dengan cerita dan settingan tempat, suasana, waktu yang ada dalam cerita tersebut. busana yang dipakai oleh pemain mendukung sekali dengan settingan waktu pada saat itu, Tidak lagi memakai kostum zaman kerajaan.
            Permainan aktor dalam naskah Be Antigon, semua aktor yang bermain, dia memainkan perannya sesuai dengan tokoh cerita. Cerita yang ingin disampaikan dapat diterima baik oleh pemikiran penonton. Permainan aktor satu sama lainnya memiliki respon diantara satu sama lainnya. Akting yang sesungguh yaitu bermain dengan sungguh-sungguh, lebur ke dalam peran tokoh yang sedang di perankan, dan yang paling pentingnya yaitu dapat memberikan respon kepada lawan main dan menghidupkan peran lawan main kita.